“Arek-arek Jawa Timur akan total semuanya untuk melumpuhkan Jawa Timur agar presiden tahu kami tidak akan mundur sedikitpun.”
JAKARTA, Indonesia - Kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, hari ini batal memutihkan sanksi terhadap Persebaya Surabaya 1927.
Keputusan ini diambil setelah 84 pemilik suara dalam kongres menolak membahas agenda penghapusan sanksi. Hanya 10 pemilik suara yang setuju sanksi terhadap Persebaya Surabaya 1927 dihapuskan, 5 suara abstain.
Selain Persebaya Surabaya 1927, tiga klub lain yakni Arema Indonesia, Persewangi Banyuwangi, dan Lampung FC juga batal disahkan sebagai anggota PSSI.
Keputusan ini membuat puluhan bonek —sebutan untuk pendukung garis keras Persebaya Surabaya 1927— yang datang ke Hotel Mercure berang. Mereka mengancam akan terus menggugat pemulihan hak Persebaya Surabaya 1927.
Koordinator bonek, Andie Peci, mengatakan pemerintah dan PSSI telah menyalahi janji. Sebelumnya, kata Andie Peci, pemerintah dan PSSI telah berjanji akan memulihkan hak Persebaya Surabaya 1927 dalam kongres ini.
“Tapi dua pihak ini mengingkari janji. Hari ini kita mendengarkan agenda pemulihan klub tidak dibahas. Padahal itu sudah dijanjikan,” kata Andie Peci di depan Hotel Mercure, Kamis 10 November.
Ia mengancam akan terus menuntut pemulihan hak Persebaya Surabaya 1927 dan mengancam akan melumpuhkan Jawa Timur. “Arek-arek Jawa Timur akan total semuanya untuk melumpuhkan Jawa Timur agar presiden tahu kami tidak akan mundur sedikitpun,” kata Andi Peci.
Saat ini ratusan bonek sudah berada di Jakarta. Sebagian dari mereka datang ke Hotel Mercure dan sebagian lain tinggal di Stadion Tugu, Jakarta Utara. Kedatangan mereka ke Jakarta untuk menuntut kongres memulihkan keanggotaan Persebaya Surabaya.
PSSI tak lagi mengakui keanggotaan Persebaya Surabaya 1927 yang beroperasi di bawah naungan PT. Persebaya Indonesia sejak pecah dualisme PSSI dan KPSI pada 2013 lalu.

No comments:
Post a Comment