INFO NEWS UPDATE

Saturday, January 12, 2019

Kritikan Pedas Rocky Gerung untuk KPU!!

Penangkapan dua artis dalam kasus prostitusi online sempat bikin heboh. Ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan viralnya kritikan pedas Rocky Gerung terhadap KPU RI.

Rocky Gerung yang dikenal sebagai dosen Ilmu Filsafat di Universitas Indonesia, tampil dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan TvOne. Dia mendapat kesempatan bicara 16 menit 27 detik.

Sepanjang pembicaraan itu, dia terus mendapat perhatian dari peserta maupun pemirsa TvOne. Dia mengkritik KPU RI dengan sangat pedas. Terutama terkait kisi-kisi debat hingga pernyataan Ketua KPU RI Arief Budiman.

"Coba kamera lihat ke belakang ke panggung itu tuh. Saya mau terangkan sedikit. Coba saya tanya kepada KPU ya, dari empat wajah itu, yang potensi memalukan publik, yang mana?" katanya sambil menunjuk foto dua pasangan capres-cawapres di layar raksasa.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan yang hadir di acara ILC itu rupanya tak menduga bakal ditanya seperti itu. "Keempatnya itu putra, putra terbaik bangsa, Bang," jawabnya.

"Woi, pertanyaan saya, Anda bilang, ada potensi dipermalukan, yang mana yang potensi dipermalukan oleh publik. Tentu saja keempat-empatnya adalah putra terbaik," sergah Rocky Gerung.

"Kan ketua KPU enggak bilang itu adalah putra terbaik. Quotation-nya adalah ada yang harus dijaga supaya tidak dipermalukan. Pertanyaan saya, yang mana yang punya potensi. You nggak usah jawab, kasih kisi-kisinya aja gitu," lanjut Rocky yang disambut tawa hadirin.
Video itu diunggah akun resmi ILC pada Selasa (8/1/2019). Hebatnya, hanya dalam tiga hari, potongan video itu sudah ditonton jutaan kali. Hingga Jumat (11/1/2019) pukul 17.35, video itu sudah dilihat 2.443.830 kali di youtube dan dibagikan 4.700 kali.

Youtube pun menandai video berjudul "PEDAS! Rocky Gerung Kritik KPU di ILC (8/1/2019)" itu dengan "# 1 DI TRENDING".ini LINK nya

Video itu pun jadi viral di media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, dan lainnya. Beberapa warganet mengomentari bahwa video ini telah mengalahkan video kasus prostitusi artis bertarif Rp80 juta tak sampai sejuta penontonnya di youtube.

"Mantap Prof, bangsa ini butuh akal sehat," cuitan salah satu warganet di Twitter.

Sunday, January 6, 2019

TERTANGKAP BASAH SEDANG BERHUBUNGAN BADAN DI HOTEL, ARTIS FTV INDONESIA DIAMANKAN DI SURABAYA

VA Tertangkap Prostitusi Online Di Surabaya


Baru – baru ini dunia selebriti Indonesia dikejutkan dengan penangkapan artis berinisial VA di sebuah kamar hotel di Surabaya. Penangkapan tersebut diduga karena artis tersebut terlibat kasus jaringan prostitusi online.
Menurut Wadirkrimsus Polda Jawa Timur AKBP Arman Asmara, artis sinetron VA (Vanessa Angel) sudah diamankan siang tadi. "Iya, (diamankan) hari ini pada pukul 12.30 WIB," ujar Arman saat dihubungi wartawan, Sabtu (5/1/2019). Vanessa tertangkap bersama empat orang yang saat ini berstatus saksi, dan satu otang yang diduga sebagai mucikari. "Kami cuman menyampaikan empat orang saksi dan satu TSK yang kita duga mucikari," inbuh Arman.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan penangkapan artis sinetron Vanessa Angel terkait prostitusi Online di Surabaya, Jawa Timur. "Itu Vanessa Angel yang ditangkap prostitusi itu bukan dari saya, tapi dari Wadir Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara. Tulis saja itu," kata Kombes Pol Frans Barung, Sabtu (5/1/2019). Sebelumnya Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah kamar hotel di Surabaya yang dijadikan ajang prostitusi online yang melibatkan selebritas pada Sabtu (5/1/2019) sekitar pukul 12. 30 WIB. Sederet artis cantik terciduk saat melayani tamu dalam kamar hotel. Satu dari dua artis cantik yang ditangkap itu berinisial VA (27). Diketahui VA merupakan artis FTV. Dia turut diamankan di kamar hotel yang berbeda.

VA Tertangkap Prostitusi Online Di Surabaya
 Vanessa Angel Sempat Pamit Kepada Manajernya

Terkait penangkapan artisnya, Sang Manajer Lidya juga turut angkat bicara “Sebelumnya Vanessa pamit untuk mengisi sebuah acara atau menjadi MC di Surabaya selama 1 hari. Lidya juga mengaku bahwa dia tidak mengetahui acara tersebut karena pekerjaan tersebut tidak melalui dirinya.
Selain VA polisi setempat juga turut mengamankan artis berinisial AV di kamar yang berbeda. Mereka tertangkap bersama dengan pria yang bukan merupakan pasangan sah saat sedang berhubungan badan di kamar hotel. Kemudian kedua artis tersebut diamankan dan digelandang ke Polda Jatim untuk diperiksa keterlibatannya dengan jaringan prostitusi online.

Saturday, January 5, 2019

PENEMUAN 7 KONTAINER SURAT SUARA TERCOBLOS SUDAH DIPASTIKAN SEBAGAI HOAX!



Hoax! Penemuan Surat Suara Tercoblos

Jakarta – Baru – baru ini Indonesia digegerkan mengenai ditemukannya tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos. Kabar yang menyebar lewat grup WhatsApp serta media sosial itu membuat pusing KPU dan Bawaslu.

Jajaran komisioner KPU dan Bawaslu akhirnya menyambangi Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok. Mereka bermaksud untuk memastikan kabar masuknya kontainer yang disebut dari China yang membawa surat suara Pilpres 2019 yang sudah tercoblos tersebut. Lewat inspeksi langsung ini, kabar surat suara tercoblos sudah dapat dipastikan bohong alias hoax. KPU kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa surat suara Pilpres 2019 belum dicetak.

Kamis (3/1/2019), Ketua KPU Arief Budiman mengatakan "Setiap pekerjaan KPU, KPU harus mampu mempertanggungjawabkan. Kali ini kami menganggap isu yang sekarang luar biasa berlebihan, maka kami merasa tidak cukup menjawab data dan fakta, tapi kami perlu melaporkan agar tidak ada kejadian ini berlanjut di masa datang,". Pernyataan ini disampaikan Arief Budiman setelah melaporkan berita hoax tersebut ke Bareskrim Polri. KPU berharap Polri mengungkap pelaku penyebar hoax.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto menegaskan penyidikan atas kasus  hoax surat suara tercoblos akan dilakukan secepatnya dengan mencari alat bukti. Polisi akan berupaya menelusuri pelaku pertama penyebaran hoax. "Kami serius melakukan penyidikan dalam rangka proses penegakan hukum dalam mewujudkan pemilu bersih, damai," tegasnya.

Dukungan pelaporan kasus hoax ini juga datang dari Mendagri Tjahjo Kumolo. "Dengan adanya isu tujuh kontainer (surat suara) padahal belum dicetak, (serta) 31 juta data siluman, saya mendukung KPU. Dan sebagai Mendagri, saya minta resmi kepada Bapak Kabareskrim mengusut tuntas, mencari siapa yang menyebarkan berita," kata Tjahjo.
Terkait kasus ini, Wasekjen Demokrat Andi Arief ikut dilaporkan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebab, Andi Arief ikut mencuit soal kabar surat suara tercoblos.

"Kita meminta Bareskrim segera memeriksa WA group yang dia (Andi Arief) katakan dalam cuitannya itu. Dia kan mengatakan mendapatkan informasi dari WA group-nya. WA group yang mana itu, itu yang harus dia buktikan, apakah dia mendapatkan informasi dari satu WA group atau banyak. Di handphone kita kan banyak WA group. Nah, itu sumbernya siapa," kata Direktur TKN Jokowi-Ma'ruf Bidang Advokasi dan Hukum Ade Irfan Pulungan di Bareskrim.

Hoax! Penemuan Surat Suara Tercoblos
Sedangkan Andi Arief sebelumnya mengaku tidak mempermasalahkan andai dirinya dilaporkan ke polisi terkait cuitan '7 kontainer surat suara tercoblos'. Namun, dia menegaskan, niatnya hanya ingin pemilu berlangsung jujur dan adil.

Andi mengaku sempat mencuitkan isu tujuh kontainer surat suara telah tercoblos. Dalam cuitannya, Andi meminta KPU mengecek kebenaran kabar tersebut. Andi menolak disebut menyebarkan berita hoax karena dia dalam posisi meminta KPU mengecek kabar liar tersebut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turut bicara soal kabar bohong yang menyebutkan ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengatakan kabar bohong seperti itu bisa mengusik ketenangan dan berdampak pada persoalan hukum.

Jokowi mengimbau masyarakat untuk menghindari fitnah dan kabar bohong dan lebih bijak dalam menanggapi sebuah kasus yang muncul menjelang pencoblosan Pilpres 2019. Terkait dengan kabar 7 kontainer surat suara yang sempat disinggung oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief di Twitter tersebut, Jokowi menegaskan itu adalah berita hoax. "Ya itulah. Ini kan hoax. Kartu itu kan belum dicetak, sudah muncul fitnah-fitnah seperti itu," kata Jokowi saat ditemui di Pendopo Bupati Blitar, Jawa Timur, Kamis (3/1/2019).

Jokowi mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan. Jangan ada kabar-kabar bohong atau fitnah menjelang pencoblosan. "Marilah kita hindari fitnah-fitnah seperti itu. Ini sudah mendekati, 3 bulan lagi sudah masuk ke pilpres. Semuanya menjaga ketenangan. Semuanya harus sejuk dalam menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan politik sehingga tidak menjadi pikiran-pikiran jelek dari masyarakat," katanya.

Dia menegaskan kabar bohong dan fitnah seperti itu bisa menimbulkan pikiran negatif di tengah masyarakat. Dia juga menegaskan kabar seperti itu bisa berdampak pada persoalan hukum.
"Bisa menjadi masalah hukum nanti kalau seperti itu dilakukan," imbuh Jokowi.